Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog
[Mohon bersabar membacanya, karena saya coba ceritakan pengalaman pribadi. Bila Anda tidak punya banyak waktu, silakan gulir mouse ke bawah, karena inti proses Balik Nama Kendaraan ada di bagian bawah.]

Pada trimester pertama tahun 2016 saya membeli kendaraan sepeda motor Astrea Grand keluaran tahun 1996. Oleh karena tempat kerja berbeda kota dengan domisili, maka sangat sulit menemukan hari bebas untuk sekadar Balik Nama Kendaraan.

Nah kebetulan libur akhir semester saya punya dua pekan hari bebas. Saya rencanakan hari-hari efektif antara Libur Natal dan Tahun Baru untuk balik nama kendaraan di SAMSAT Majenang, Kab. Cilacap.
Samsat majenang

Tepatnya Hari Selasa, 27 Desember 2016, dari Purwokerto saya berangkat sekitar pukul 6. Tiba di Majenang sekitar pukul 8.30. Maklum motor tua hanya bisa jalan maksimal 70 km/jam, terlebih medan jalan yang tidak bersahabat. Kadang saya mikir, kenapa sih tiap hari orang bayar pajak kendaraan tapi sarpra jalan tidak memadai?

Lanjut ke proses Balik Nama Kendaraan. Tidak dinyana ternyata sedang ada pembebasan Bea Balik Nama kendaraan yang sudah berjalan sejak akhir November sampai 30 Desember. Saking banyaknya orang yang hendak Balik Nama Kendaraan, saat saya tiba di SAMSAT, pendaftaran sudah ditutup, karena antrian Cek fisik saja sudah sampai 200, sedangkan saat itu baru nomor 40 yang sedang dikerjakan. Duh, sia-sia capek-capek menempuh jarak 80 km. Akhirnya sekalian saya putuskan untuk touring ke Wanareja, Cipari, Sidareja dan pada akhrinya di Karangpucung. Kebetulan orang tua di Karangpucung sehingga saya titipkan terlebih dahulu sepeda motor di rumah orang tua. Dua hari berselang, tepatnya Hari Kamis, 29 Desember 2016 saya datang lebih gasik lagi. Kali ini tidak dari Purwokerto, tapi dari rumah orang tua. Jarak Karangpucung - Majenang 25 km ditempuh sekitar 30 menit.

Pukul 06.30 saya sudah sampai di SAMSAT. MasyaAllah, kantor belum buka tapi pintu masuk pendaftaran sudah dipenuhi orang. Tidak mau sia-sia kedua kalinya, saya putuskan untuk tetap ikut ambil nomor antrian. Syukurlah dapat nomor antrian juga meski dapat nomor 85. Wah, berapa lama nih antri cek fisiknya?

Pukul 07.00 baik pendaftaran maupun cek fisik sudah mulai dibuka. Kendaraan saya dikerjakan pukul 09.00. Dua jam saya harus menunggu. Untuk proses cek fisik saya sarankan Anda membawa kunci pas atau obeng untuk membuka cover sepeda motor, terutama sepeda motor tua biasanya tertutup cover plastik. Petugas Cek Fisik maunya tinggal gesek. Kali ini sudah tidak ada pungli cek fisik. Tiga bulan sebelumnya saat saya bayar pajak 5 tahunan, untuk motor Mio dimintai Rp 35.000.

Setelah berkas cek fisik sudah ditempel hasil gesek nomor rangka dan nomor mesin, saya diarahkan untuk pengesahan di tempat pendaftaran semula.

Kemudian masuk ke tempat pendaftaran Balik Nama Kendaraan. Saya diminta untuk mengisi surat permohonan pembebasan Bea Balik Nama. (Sebenarnya saya Balik Nama bukan karena memanfaatkan pembebasan Bea Balik Nama, namun karena waktunya saja yang baru sempat, dan kebetulan berbarengan dengan momen Pembebasan Bea Balik Nama). Berkas yang harus ada antara lain:
  • Berkas Cek Fisik
  • KTP Asli pemilik baru (tanpa pemilik lama lho ya, bukan tidak harus, tapi memang tidak disyaratkan)
  • BPKB Asli
  • STNK Asli
  • Kwitansi Pembelian Bermaterai Rp 6000 (bisa bikin di tempat fotokopian, jangan khawatir. Saya sarankan harga beli motor direndahkan, sepertinya ada pengaruh ke besaran pajak)
  • Foto kopi berkas ke dua sampai ke empat tadi masing-masing 3 lembar.

Sekitar pukul 9 menyerahkan berkas, ternyata harus menunggu dua jam lagi, baru nama saya dipanggil untuk membayar bea BPKB Rp 80.000. Kemudian menunggu lagi. Sekitar Pukul 13 baru dipanggil lagi. Kali ini dari petugas Pembayaran. Berikut rincian biaya yang harus dibayar:
  • STNK Rp 50.000
  • TNKB (Plat Nomor) Rp 30.000
  • SWDKLLJ Rp 32.400
  • PKB Rp 43.750
Totalnya Rp 156.150

Setelah itu menunggu cetak STNK sekitar 10 menit. Nah kebetulan Kantor Samsat sedang diperbaiki, sehingga proses ini dikerjakan di Kantor Samsat sementara di sebelah Timur Alun-Alun Majenang. Sedangkan untuk pengambilan pelat nomor di kantor Samsat sebenarnya. Jadi setelah keluar dari Kantor Samsat sementara ini, saya ke Kantor Samsat lama untuk ambil TNKB. Sekitar 10 menit jadi TNKB nya sejak saya menunjukkan STNK ke petugas.

Sedangkan proses BPKB memakan waktu hingga 8 bulan. BPKB saya baru jadi pada tanggal 29 Agustus 2017. Dalam hal ini saya belum paham mengapa bisa selama ini.

Demikian Proses Balik Nama Kendaraan di Samsat Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Total biaya yang harus saya bayarkan adalah Rp 80.000 + Rp 156.000. Namun per 6 Januari 2017, biaya BPKB, STNK dan TNKB semuanya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Beruntung saya sudah memroses Balik Nama Kendaraan sehingga ditak terkena tarif yang sudah naik.

Proses Balik Nama Kendaraan

Ragil Priya
[Mohon bersabar membacanya, karena saya coba ceritakan pengalaman pribadi. Bila Anda tidak punya banyak waktu, silakan gulir mouse ke bawah, karena inti proses Balik Nama Kendaraan ada di bagian bawah.]

Pada trimester pertama tahun 2016 saya membeli kendaraan sepeda motor Astrea Grand keluaran tahun 1996. Oleh karena tempat kerja berbeda kota dengan domisili, maka sangat sulit menemukan hari bebas untuk sekadar Balik Nama Kendaraan.

Nah kebetulan libur akhir semester saya punya dua pekan hari bebas. Saya rencanakan hari-hari efektif antara Libur Natal dan Tahun Baru untuk balik nama kendaraan di SAMSAT Majenang, Kab. Cilacap.
Samsat majenang

Tepatnya Hari Selasa, 27 Desember 2016, dari Purwokerto saya berangkat sekitar pukul 6. Tiba di Majenang sekitar pukul 8.30. Maklum motor tua hanya bisa jalan maksimal 70 km/jam, terlebih medan jalan yang tidak bersahabat. Kadang saya mikir, kenapa sih tiap hari orang bayar pajak kendaraan tapi sarpra jalan tidak memadai?

Lanjut ke proses Balik Nama Kendaraan. Tidak dinyana ternyata sedang ada pembebasan Bea Balik Nama kendaraan yang sudah berjalan sejak akhir November sampai 30 Desember. Saking banyaknya orang yang hendak Balik Nama Kendaraan, saat saya tiba di SAMSAT, pendaftaran sudah ditutup, karena antrian Cek fisik saja sudah sampai 200, sedangkan saat itu baru nomor 40 yang sedang dikerjakan. Duh, sia-sia capek-capek menempuh jarak 80 km. Akhirnya sekalian saya putuskan untuk touring ke Wanareja, Cipari, Sidareja dan pada akhrinya di Karangpucung. Kebetulan orang tua di Karangpucung sehingga saya titipkan terlebih dahulu sepeda motor di rumah orang tua. Dua hari berselang, tepatnya Hari Kamis, 29 Desember 2016 saya datang lebih gasik lagi. Kali ini tidak dari Purwokerto, tapi dari rumah orang tua. Jarak Karangpucung - Majenang 25 km ditempuh sekitar 30 menit.

Pukul 06.30 saya sudah sampai di SAMSAT. MasyaAllah, kantor belum buka tapi pintu masuk pendaftaran sudah dipenuhi orang. Tidak mau sia-sia kedua kalinya, saya putuskan untuk tetap ikut ambil nomor antrian. Syukurlah dapat nomor antrian juga meski dapat nomor 85. Wah, berapa lama nih antri cek fisiknya?

Pukul 07.00 baik pendaftaran maupun cek fisik sudah mulai dibuka. Kendaraan saya dikerjakan pukul 09.00. Dua jam saya harus menunggu. Untuk proses cek fisik saya sarankan Anda membawa kunci pas atau obeng untuk membuka cover sepeda motor, terutama sepeda motor tua biasanya tertutup cover plastik. Petugas Cek Fisik maunya tinggal gesek. Kali ini sudah tidak ada pungli cek fisik. Tiga bulan sebelumnya saat saya bayar pajak 5 tahunan, untuk motor Mio dimintai Rp 35.000.

Setelah berkas cek fisik sudah ditempel hasil gesek nomor rangka dan nomor mesin, saya diarahkan untuk pengesahan di tempat pendaftaran semula.

Kemudian masuk ke tempat pendaftaran Balik Nama Kendaraan. Saya diminta untuk mengisi surat permohonan pembebasan Bea Balik Nama. (Sebenarnya saya Balik Nama bukan karena memanfaatkan pembebasan Bea Balik Nama, namun karena waktunya saja yang baru sempat, dan kebetulan berbarengan dengan momen Pembebasan Bea Balik Nama). Berkas yang harus ada antara lain:
  • Berkas Cek Fisik
  • KTP Asli pemilik baru (tanpa pemilik lama lho ya, bukan tidak harus, tapi memang tidak disyaratkan)
  • BPKB Asli
  • STNK Asli
  • Kwitansi Pembelian Bermaterai Rp 6000 (bisa bikin di tempat fotokopian, jangan khawatir. Saya sarankan harga beli motor direndahkan, sepertinya ada pengaruh ke besaran pajak)
  • Foto kopi berkas ke dua sampai ke empat tadi masing-masing 3 lembar.

Sekitar pukul 9 menyerahkan berkas, ternyata harus menunggu dua jam lagi, baru nama saya dipanggil untuk membayar bea BPKB Rp 80.000. Kemudian menunggu lagi. Sekitar Pukul 13 baru dipanggil lagi. Kali ini dari petugas Pembayaran. Berikut rincian biaya yang harus dibayar:
  • STNK Rp 50.000
  • TNKB (Plat Nomor) Rp 30.000
  • SWDKLLJ Rp 32.400
  • PKB Rp 43.750
Totalnya Rp 156.150

Setelah itu menunggu cetak STNK sekitar 10 menit. Nah kebetulan Kantor Samsat sedang diperbaiki, sehingga proses ini dikerjakan di Kantor Samsat sementara di sebelah Timur Alun-Alun Majenang. Sedangkan untuk pengambilan pelat nomor di kantor Samsat sebenarnya. Jadi setelah keluar dari Kantor Samsat sementara ini, saya ke Kantor Samsat lama untuk ambil TNKB. Sekitar 10 menit jadi TNKB nya sejak saya menunjukkan STNK ke petugas.

Sedangkan proses BPKB memakan waktu hingga 8 bulan. BPKB saya baru jadi pada tanggal 29 Agustus 2017. Dalam hal ini saya belum paham mengapa bisa selama ini.

Demikian Proses Balik Nama Kendaraan di Samsat Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Total biaya yang harus saya bayarkan adalah Rp 80.000 + Rp 156.000. Namun per 6 Januari 2017, biaya BPKB, STNK dan TNKB semuanya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Beruntung saya sudah memroses Balik Nama Kendaraan sehingga ditak terkena tarif yang sudah naik.

No comments